Feb 11, 2021
0

Jakarta, 11 Februari 2021 - Semakin berkembangnya aset kripto, tidak diragukan lagi semakin banyak orang mulai menggunakan aset kripto sebagai salah satu solusi pembayaran yang efisien di masa digital saat ini. Jika menilik ke belakang, konsep pembayaran dengan aset kripto tidak dapat dibayangkan pengaplikasiannya di masa lalu. Namun saat ini, adanya kartu debit khusus untuk aset kripto bukan lagi berita baru yang menghebohkan.  
 
Walaupun saat ini di Indonesia aset kripto diakui sebagai komoditi yang dapat diperjualbelikan di bursa berjangka, namun di beberapa negara maju, Kripto sudah diakui sebagai mata uang dan alat pembayaran. Melalui kehadirannya, kartu debit Swipe Visa memungkinkan pembelian dengan menggunakan aset kripto yang dapat dilakukan dimanapun yang menggunakan pembayaran dengan label Visa.  
 
Terdapat 4 (empat) tingkatan kartu debit yang dipilih yaitu Saffron, Sky, Steel dan Slate dimana pemegang kartu bisa menikmati beberapa keuntungan seperti: 

 

  • Potongan harga sebesar 100% untuk Spotify, Netflix, Hulu, Amazon Prime & Apple Music 
  • Potongan harga sebesar 10% yang bisa digunakan di Travala, Startbucks, Airbnb, dan Uber 
  • Cashback hingga 8%, dan 
  • Komisi referral hingga US$30,000 

 
Selain itu, pemegang kartu juga bisa menggunakan kartu debit versi digital dengan mengakses NFC dan melakukan penarikan ATM langsung menggunakan smartphone. 
 
CEO Swipe, Joselito Lizarondo menyebutkan bahwa,

“Swipe visa debit card memungkinkan aset kripto dapat diakses oleh jutaan pengguna di seluruh dunia dengan memperluas layanan kami termasuk ke wilayah Asia. Kami akan terus melakukan inovasi dalam ranah perbankan untuk aset kripto untuk memperluas jangkauan adopsi lini produk kami saat ini dan di masa mendatang."

Salah satu bentuk komitmen Swipe untuk memperluas layanan khususnya di Asia adalah dengan memberikan dukungan sponsorship pada event Indonesia Crypto Grand Prix 2021 yang dilaksanakan oleh Tokocrypto pada 26 Januari – 3 Februari 2021. Melalui kompetisi trading grand prix yang baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia ini, dukungan Swipe (token: SXP) menjadi bukti bahwa industri aset kripto di Indonesia menjadi salah satu market yang potensial di Asia. 
 
Chung Ying Lai, Chief Strategy Officer Tokocrypto, menyampaikan

“Dukungan yang diberikan oleh Swipe pada pelaksanaan event ini merupakan langkah awal kami bekerjasama dalam membangun ekosistem cryptocurrency di Indonesia guna meningkatkan awareness dan juga kepercayaan masyarakat dalam mengadopsi aset kripto baik di ranah investasi maupun perbankan.” 

Dalam waktu dekat ini, Tokocrypto akan mulai merilis Token Venus (XVS), protokol keuangan terdesentralisasi dari SWIPE yang memungkinkan para pengguna dapat mengakses pasar dengan kecepatan tinggi dan biaya yang rendah, serta memungkinkan para pengguna platform ini untuk membuat stablecoin sintetis pertama dengan protokol yang disebut VAI.  
 
Protokol Venus merupakan stablecoin terdesentralisasi pertama di dunia yang dibangun diatas Binance Smart Chain (BSC) yang didukung oleh sekeranjang stablecoin dan aset kripto tanpa adanya kontrol terpusat. Hal ini menjadikan protokol Venus sebagai pasar uang likuiditas terbesar di BSC.  
 
Hadirnya token ini merupakan langkah dari SWIPE untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan finansial di seluruh dunia.  

Swipe juga dapat digunakan untuk aplikasi keuangan terdesentralisasi yang tersedia langsung di blockchain. Informasi lebih lanjut, kunjungi www.swipe.io.


Tentang Swipe 

Swipe merupakan dompet digital bagi multi-aset dan platform kartu kredit yang dirancang untuk memungkinkan pengguna melakukan pembelian, penjualan, hingga membelanjakan aset kripto yang dimiliki. Platform Swipe memungkinkan pengguna membelanjakan aset kripto secara real time tanpa perlu melakukan konversi transaksi sebelumnya secara manual. Pengguna juga dapat membeli atau menjual aset kripto yang dimiliki melalui rekening bank yang terhubung secara global.

About author

CHAINSIGHT

Chainsight adalah media untuk memberikan informasi yang terkini tentang perkembangan Blockchain dan Cryptocurrency. Anti-Centralization | Anti-Fractional Reserved | Anti-Fiat |